Generasi Menunduk

"Jadi gimana nduk? kamu bersedia terima lamarannya? tanya bapak
"Iya nduk, jangan cuman menunduk. itu artinya kamu setuju kan nduk?" desak ibu

###cut....cut....salah adegan...^^
==========================================================================
Tempo hari, kami bayar utang ke Ponakan, utang Bermain tepatnya. Jauh dari ekspektasi tentang tempat bermain yang kami tuju, maklum kampung kami memang ibu kota kabupaten tapi fasilitas untuk bermain belum se-"Wuaaah" dengan yang ada di Ibukota Provinsi kami.
Yah, tak apalah tak ada akar ranting pun jadi...^^


"Selamat menikmati fuad" ucap kami memberi semangat.
Karena pengunjung kurang, kami pun ikut masuk ke arena bermain. Mengajak fuad menikmati wahana yang ada. Menikmati Luncuran, Fuad Selonjorkan kaki dan taraaa..langsung tiba di lantai..^^ [fuad yang sudah diatas umur atau luncurannya yang kekecilan, hahahaha....:D]
Pengunjung mulai bertambah, fuad menemukan sebaya-nya untuk teman bermain. Tiba-tiba, ada yang menyapa mereka, "adek ayo kakak ajar mewarnai". Ternyata plus dari tempat bermain ini, penjaga wahana tak hanya mengawasi anak-anak bermain tapi juga mengajar mereka mengenal warna, angka dan bentuk.

Pemandangan di sudut ruang bermain yang buat kami merenung, pasangan muda yang juga mengantarkan anak mereka, tapi sibuk dengan gadget masing-masing.

"Lagi Ngantar anak bermain" Status Ibu
"Lagi Ngantar istri ajak anak bermain" Status Ayah
"Lagi banting-banting badan, guling sana sini, biar dapat perhatian Ayah Ibu" Status Anak

#nah loh...?
Bisa jadi kan?

Yah itulah kita saat ini... :(
"GENERASI MENUNDUK"

Generasi yang sibuk dengan gadget, dimana pun dan kapan pun. [huum, karena ada beberapa orang lagi di toilet sambil p*p, bisa update status, hebat kan?].

Kumpul bareng keluarga, asyik dengan gadget
reuni dengan teman-teman, asyik dengan gadget sambil komen status masing-masing.
di atas angkot, asyik dengan gadget jadinya tujuan udah lewat.
sambil jalan, asyik dengan gadget jadinya tabrak tembok.
sambil makan, asyik dengan gadget jadinya tulang ikan pun ikut dimakan.

Mending gak usah pakai gadget kalau begitu?
Gak gitu juga, Teknologi memang ada efek negatif dan positif. Tapi karena asyik update atau komen status anak tenggelam di kolam, gak mau kan? Naudzubillah....

Hayuuk, lebih bijak dengan Gadget kita...^^
Mulai lagi lebih rajin silaturahim dengan saudara dan teman kita di dunia nyata [jangan ketemu di dunia nyata, tapi sibuk di dunia maya. Tak boleh...tak boleh...*gaya bang saleh upin ipin].

-SR, Makassar_17 Januari 2015-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Berharga daripada Berlian dan Mutiara

Memilikimu.....*Copas Tere Liye

Embun akan tetap menguap...