Gila Urusan - Urusan Gila ....

Saya memang gila urusan, dan urusan-urusan itu membuatku gila.
Membuatku air mataku mengalir ketika kumengendarai 'nduk-ku, padahal tadi kulepas diriku dengan senyum dirumah.

Saya memang gila Urusan, tetanggaku ke luar dari rumahnya, dilepas penuh harap oleh anak dan istrinya...
Tapi, kutemui ia dengan topi butut-nya yang biasa ia gunakan, ditengadahkan, berharap ada yang kasihan dan memasukkan uang ke topi itu, Yahhhh....beliau mengemis di seberang blok rumah kami.

Putar balik kendaaranku, berdiri di hadapan beliau, mengulurkan sedikit bantuan, bersembunyi di balik scraf-ku, menyembunyikan tangisku yang sudah hampir pecah.

Saya memang Gila urusan dan urusan ini membuatku Gila.

Gila memikirkan kami yang tiap hari makan dengan teraturnya, bahkan kadang dibuat bingung akan masak apa kita hari ini, karena cukupnya rezeki hari ini yang kami terima. Sedangkan tetangga kami, baru kami tahu kalau beliau keluar mengemis, padahal beliau kuhormati, sering kuberikan semangat lewat senyumku *[yang stock-nya sering berlebih] saat beliau menjajakan bensin eceran dipinggir jalan lorong kami.

Saya memang Gila Urusan dan Urusan ini membuatku gila.

Saat diri disadarkan, bahwa terlalu lama ku berada di langit,melihat pesawatku hilir mudik, menghitungnya dengan setia walau ia tak mampir menjemputku. Kini kuharus kembali, memijak bumi, tempat dimana nyata itu ada, mungkin esok akan ada nyata lagi yang lain. Tapi tak kuharap berjumpa dengan tetanggaku yang mengemis lagi.

-SR, 1 Ramadhan 1434 H-



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lebih Berharga daripada Berlian dan Mutiara

Memilikimu.....*Copas Tere Liye

Embun akan tetap menguap...